Fakta Dibalik Kisah Perselisihan Bring Me The Horizon

Band yang dimotori Oliver Sykes dkk memenangkan penghargaan untuk pendatang baru terbaik Inggris pada tahun 2006, berkat single awal mereka seperti “Pray For Plagues”. Dalam karir mereka, BMTH telah berevolusi dari genre deathcore menjadi lebih eksperimental dengan berbagai genre seperti pop, elektronik, dan rock alternatif.

Kemudian, pada tahun 2016, saat NME Awards, vokalis BMTH, Oliver Sykes, melompat ke atas meja Coldplay saat tampil dengan lagu “Happy Song”. Beberapa orang menganggap bahwa insiden ini adalah buntut dari perselisihan sebelumnya mengenai desain sampul album. Namun, Sykes kemudian mengklarifikasi bahwa tindakannya tersebut bukanlah sebagai bentuk protes terhadap Coldplay.

Kemiripan sampul album tersebut tidak luput casino online dari perhatian vokalis Bring Me the Horizon, Oli Sykes, yang turut serta dalam menciptakan karya seni album untuk rilisan bandnya pada tahun 2013, Sempiternal. Dia mengunggah melalui akun Twitter-nya sebuah tautan ke postingan penggemar tentang salah satu poster Coldplay dengan komentar, “Coldplay jackin our steez hard.” Lihat tweet di bawah ini dan periksa kedua karya seni tersebut dalam foto di atas.

Meskipun Sykes mungkin memiliki peran dalam karya seni untuk album Sempiternal, simbol geometris tersebut sebenarnya lebih tua daripada album Bring Me the Horizon beberapa ribu tahun. Gambar ini sering disebut sebagai bunga kehidupan.

Ini adalah sosok geometris yang terdiri dari beberapa lingkaran yang tumpang tindih dan berjarak sama, disusun sedemikian rupa sehingga membentuk pola bunga dengan simetri enam lipatan yang mirip dengan heksagon.

Walau sempat berseteru kedua band ini dalam keadaan baik-baik saja. Coldplay sudah dipastikan akan tampil di Jakarta 15 November 2023 mendatang, Sedangkan Bring Me The Horizon (BMTH) dirumorkan akan mengadakan konser di Jakarta pada November 2023. Namun, perlu diketahui kabar masih menjadi rumor dan belum ada informasi resmi yang mengkonfirmasi tanggal atau lokasi konser tersebut.

DiE4u merupakan awal dari serial POST HUMAN selanjutnya. Pada Oktober 2020 mereka telah melepas mini album POST HUMAN: SURVIVAL HORROR. Bagian terbaru dari POST HUMAN rencananya akan menyusul di awal tahun 2022. Sebelum muncul dengan POST HUMAN, Bring Me The Horizon telah meluncurkan enam album penuh sejak tahun 2006 dengan Amo sebagai album penuh keenam yang dikeluarkan pada tahun 2019 silam.

Perseteruan dengan Coldplay terjadi karena album baru dari band yang dimotori Chris Martin ini dianggap punya cover yang sama dengan album BMTH. BMTH yang tampil di acara NME Innovation Award 2015, mengobrak-abrik meja yang ditempati personel Coldplay. Oli Sykes, sang vokalis, melompat ke atas meja dan menendangi gelas dan botol yang ada di sana. Sampai-sampai, gitaris Coldplay, Jonny Buckland saat itu harus menyingkirkan gelas dan botol yang berserakan agar tidak pecah dan melukai rekan-rekannya.

Awal mula perseteruan antara BMTH dengan Coldplay adalah ketika cover album ‘A Head Full of Dreams’ besutan Chris Martin dan kawan-kawan, hingga dituduh menjiplak cover album ‘Sempiternal’ karya BMTH.

Sejak saat itu, pentolan BMTH Oliver Sykes menuduh Coldplay telah menjiplak cover album band-nya.

Bahkan, Sykes sempat menyindir Coldplay secara terang-terangan, dengan mengatakan bahwa BMTH lah yang pertama kali mengusung konsep ‘bunga kehidupan’ di albumnya.

“Mereka mungkin tidak tahu pada awalnya, tetapi jelas jika Anda Google ‘bunga kehidupan’, hal pertama yang muncul adalah ‘Bring Me The Horizon–Sempiternal’. Seseorang akan mengatakan sesuatu kepada mereka, jadi apakah itu disengaja atau tidak, itu sama saja. Pada akhirnya itu bukan simbol kami, itu simbol yang sangat tua. Agak keren juga, bahwa band sebesar itu juga akan membagikannya kepada orang-orang” cuitnya, dilansir dari Metal Sucks.

Fans BMTH dan Coldplay Ikut Berseteru

Tidak hanya pihak band saja yang berseteru, tetapi fans kedua band itu juga ikut ‘kebakaran jenggot’. Fans Coldplay yakin jika cover album ‘A Head Full of Dreams’ tidak meniru album ‘Sempiternal’ dan menyebut jika Sykes adalah ‘pria yang menyedihkan’.